KALIMANTAN TIMUR — Laga di Jalisco ini punya bobot krusial. Kemenangan akan mengamankan posisi puncak klasemen sementara Grup K, sementara kekalahan bisa membuat langkah tim terhenti lebih awal. Margin kesalahan sudah sangat tipis.
Kolombia tampil meyakinkan saat membungkam debutan Uzbekistan 3-1 di Estadio Azteca. Gol Daniel Muñoz pada menit ke-40 membuka keunggulan sebelum Luis Díaz dan Jaminton Campaz memastikan tiga poin di babak kedua. Namun, gol balasan Uzbekistan lewat Abbosbek Fayzullaev menjadi alarm bagi lini belakang Cafeteros yang sempat kehilangan konsentrasi.
Di sisi lain, DR Kongo menunjukkan mental baja. Tertinggal cepat lewat gol João Neves di menit keenam, The Leopards bangkit dan menyamakan kedudukan melalui Yoane Wissa menjelang turun minum. Disiplin defensif yang ketat membuat Portugal—termasuk Cristiano Ronaldo—gagal mencetak gol tambahan di babak kedua.
Pelatih Kolombia, Néstor Lorenzo, tak perlu mengubah formula serangan cepat yang sudah terbukti efektif. Trio James Rodríguez dan Luis Díaz tetap menjadi motor utama untuk membongkar pertahanan rapat lawan. Namun, kelemahan transisi bertahan yang diperlihatkan saat melawan Uzbekistan harus segera diperbaiki jika tidak ingin dihukum oleh serangan balik DR Kongo yang mematikan.
Sébastien Desabre, juru taktik DR Kongo, kemungkinan besar akan kembali mengandalkan pertahanan kompak dan keunggulan fisik pemainnya. Strategi yang sukses membuat frustrasi Portugal di Houston itu diyakini akan diulang, dengan target mencuri gol lewat transisi cepat.
Pertarungan di area tengah akan menjadi penentu. Kolombia perlu menguasai ritme permainan sejak awal untuk mencegah DR Kongo nyaman bertahan. Sementara itu, The Leopards harus sabar menunggu celah dan memanfaatkan setiap kesalahan umpan Kolombia untuk melancarkan serangan balik.
Dengan kedua tim sama-sama memiliki modal hasil positif, laga ini diprediksi berjalan ketat. Kolombia diunggulkan berkat kualitas individu pemainnya, tapi DR Kongo sudah membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan.