KALIMANTAN TIMUR — Pergerakan rupiah masih dibayangi oleh sentimen penguatan dolar global dan kekhawatiran pasar terhadap perkembangan pandemi. Para pelaku pasar dan nasabah yang hendak bertransaksi valuta asing perlu mencermati perbedaan harga antar bank, karena selisih kurs jual dan beli bisa mencapai ratusan rupiah.
Berikut adalah kisaran harga dolar AS yang berlaku di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI pada perdagangan hari ini:
Selisih antara harga jual dan beli di masing-masing bank berkisar antara Rp 260 hingga Rp 300. Ini merupakan spread yang lumrah terjadi pada transaksi valas di perbankan ritel.
Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan indeks dolar AS yang masih perkasa di level tinggi. Faktor eksternal, seperti ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed lebih lanjut, terus mendorong aliran modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di sisi domestik, pasar juga mencermati perkembangan data neraca perdagangan dan inflasi yang akan dirilis dalam pekan ini. Para analis memperkirakan, volatilitas rupiah masih akan berlanjut dalam jangka pendek seiring dengan ketidakpastian ekonomi global.
Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan ke luar negeri atau membayar transaksi dalam dolar, disarankan untuk membandingkan kurs di beberapa bank terlebih dahulu. Perbedaan kecil di harga jual, misalnya Rp 10 per dolar, bisa berdampak signifikan saat nominal transaksi mencapai ribuan dolar.
Sebaliknya, bagi eksportir atau pihak yang menerima dolar, memilih bank dengan kurs beli tertinggi akan memaksimalkan nilai rupiah yang diterima. Dalam situasi seperti ini, memantau pergerakan kurs secara real-time melalui aplikasi mobile banking menjadi langkah yang bijak.