Wakil Wali Kota Bontang Minta Perumda AUJ Evaluasi Kontrak Sewa Kapal RoRo, Nilai Rp 2 Miliar Dinilai Tak Wajar

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 22 Juni 2026 | 17:20:31 WIB
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta evaluasi kontrak sewa kapal RoRo senilai Rp 2 miliar.

BONTANG — Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris secara resmi meminta jajaran direksi Perumda AUJ untuk mengkaji ulang kontrak penyewaan aset milik Pemerintah Kota Bontang yang tengah beroperasi di perairan Bali. Aset yang dimaksud berupa satu unit kapal RoRo yang disewakan kepada pihak ketiga dengan nilai kontrak Rp 2 miliar per tahun.

Nilai Sewa Rp 2 Miliar Dinilai Jauh dari Harga Pasar

Agus menilai angka tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan biaya operasional dan nilai ekonomis kapal. Menurutnya, harga sewa yang wajar untuk kapal RoRo dengan spesifikasi serupa bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari angka yang tercantum dalam kontrak saat ini.

“Saya minta manajemen AUJ untuk serius mengevaluasi ini. Jangan sampai aset daerah justru tidak memberikan kontribusi maksimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Agus dalam keterangan yang diterima redaksi, baru-baru ini.

Potensi Kerugian Daerah dan Risiko Operasional

Selain soal nilai sewa, Wakil Wali Kota juga menyoroti lokasi operasional kapal yang berada di luar wilayah Bontang. Ia menilai hal ini menyulitkan pengawasan langsung oleh pemilik aset, yakni Pemerintah Kota Bontang.

“Pengawasan jadi longgar. Kalau ada kerusakan atau masalah operasional, kita harus kirim tim ke Bali. Itu biaya lagi. Jadi jangan lihat pemasukannya saja, tapi juga lihat risikonya,” tegas Agus.

Fakta Singkat Kasus Sewa Kapal RoRo Bontang

  • Aset: Satu unit kapal RoRo milik Pemkot Bontang yang dikelola Perumda AUJ.
  • Nilai kontrak: Rp 2 miliar per tahun, dinilai di bawah harga pasar.
  • Lokasi operasional: Perairan Bali, jauh dari basis pengawasan Pemkot Bontang.
  • Instruksi Wakil Wali Kota: Evaluasi kontrak dan kaji ulang skema sewa agar lebih menguntungkan daerah.

Langkah Selanjutnya: Audit dan Kajian Ulang Kontrak

Agus Haris meminta agar evaluasi tidak berhenti pada hitungan di atas kertas. Ia mendorong adanya audit teknis dan finansial terhadap kapal tersebut sebelum kontrak diperpanjang atau direnegosiasi.

“Jangan sampai kita hanya terima laporan, tapi faktanya di lapangan berbeda. Saya minta direksi turun langsung, cek kondisi kapal, dan bandingkan dengan tarif sewa kapal sejenis di pasar,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Perumda AUJ belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan evaluasi dari Wakil Wali Kota Bontang tersebut.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top