Dua Pembangkit Besar Penyebab Mati Listrik di Jawa Mulai Normal, PLN Janji Pemadaman Bergilir Terus Ditekan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Senin, 22 Juni 2026 | 18:28:01 WIB
Pembangkit listrik besar di Jawa mulai beroperasi normal setelah perbaikan teknis.

KALIMANTAN TIMUR — Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan kabar baik di tengah krisis listrik yang melanda Jawa. Dalam keterangannya di Istana Negara, Senin (22/6/2026), ia mengatakan pasokan energi primer ke pembangkit sudah mulai mengalir kembali sejak pekan lalu. Kondisi ini langsung diikuti pemulihan salah satu pembangkit besar yang sebelumnya tersandung masalah teknis.

Penyebab Gangguan: Bukan Cuma Batu Bara, Ada Masalah Teknis

"Mulai Minggu malam, pembangkit tersebut sudah kembali tersinkronisasi dan memasok listrik ke sistem kelistrikan Pulau Jawa," ujar Darmawan. Ia menegaskan, gangguan yang terjadi bukan semata-mata akibat kekurangan energi primer, melainkan juga karena dua unit pembangkit skala besar milik mitra PLN—independent power producer—mengalami kendala teknis dan terpaksa keluar dari jaringan.

PLN dan mitra langsung menerjunkan tim perbaikan. Hasilnya, satu pembangkit berhasil dipulihkan dalam hitungan hari. Perusahaan pelat merah itu juga membenahi tata kelola rantai pasok energi primer agar kejadian serupa tak terulang. "Kami juga melakukan penguatan pada pembangkit, baik milik PLN maupun mitra," tambah Darmawan.

Menteri ESDM Turun Tangan: Ini Kewenangan PLN, Selesaikan Sekarang

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tak tinggal diam. Ia secara khusus memanggil Dirut PLN dan meminta langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif. "Saya minta PLN segera melakukan langkah-langkah yang terukur untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Tidak ada lagi pemadaman," tegas Bahlil dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Bahlil menekankan, operasional kelistrikan sepenuhnya berada di bawah kendali PLN, bukan pemerintah. "Yang mengoperasikan listrik itu PLN. Kita hanya regulator. Saya sudah bicara dengan Pak Dirut, segera atasi masalah teknis ini," ujarnya.

Pasokan Batu Bara Aman, Tapi Kenapa Listrik Padam?

Menariknya, Bahlil membantah anggapan bahwa pemadaman terjadi karena kekurangan batu bara. Ia membeberkan data: total kebutuhan batu bara PLN sebesar 154 juta ton. Dari jumlah itu, Dirjen Minerba telah menugaskan perusahaan tambang nasional untuk memasok 180-190 juta ton, dan 134 juta ton di antaranya sudah dikontrakkan. "Artinya tinggal sekitar 18 juta ton. Dimananya ada kekurangan?" kilahnya.

Menurutnya, persoalan pemadaman lebih banyak disebabkan aspek teknis operasional yang menjadi ranah PLN. Pemerintah, kata Bahlil, sudah memberikan sinyal tegas. Kini, tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan apakah masyarakat Jawa bisa kembali menikmati listrik tanpa gangguan dalam waktu dekat.

Pemulihan ini menjadi ujian kredibilitas PLN di mata publik. Jika tata kelola rantai pasok dan keandalan pembangkit benar-benar diperbaiki, bukan tidak mungkin pemadaman bergilir yang sempat membuat pusing rumah tangga dan industri bisa dihindari di masa depan.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top