KALIMANTAN TIMUR — Balapan di Sirkuit Automotodrom Brno, Minggu (21/6), menjadi panggung pembuktian Veda Ega Pratama. Padahal, ia seharusnya start dari posisi kedelapan sesuai hasil kualifikasi. Namun, penalti 12 posisi karena dinilai melanggar aturan kualifikasi membuatnya terlempar ke grid paling belakang.
Honda Team Asia mengunggah momen unik Veda di Instagram pada Senin (22/6). Sang pebalap terlihat melakukan juggling bola 30 menit sebelum balapan dimulai—sebuah ritual yang langsung dikaitkan tim dengan performa gilanya di lintasan.
"Lamine Pratama Vibes. 30 menit kemudian [start dari] P20 ? [finis] P5. Pola pikir berbeda," tulis akun resmi tim tersebut. Postingan ini menjadi viral dan menuai decak kagum dari netizen Indonesia.
Veda tidak hanya sekadar finis di posisi lima besar. Ia menyalip 15 pebalap sepanjang 16 lap balapan—catatan tertinggi di antara semua peserta Moto3 Ceko. Sebagai perbandingan, Hakim Danish dari Malaysia yang finis sebagai juara hanya naik 13 peringkat dari posisi start ke-14.
Pada lap keenam, Veda bahkan sempat menembus tiga besar. Akselerasinya membuat lawan-lawannya kewalahan. Namun, dua pebalap di belakangnya berhasil merebut kembali posisi di lap-lap akhir, membuat Veda harus puas di urutan kelima.
Catatan lain yang tak kalah mentereng: Veda menjadi pebalap dengan motor Honda tercepat di Brno. Empat pebalap yang finis di depannya—termasuk sang juara—semuanya menggunakan mesin KTM. Ini menjadi sinyal positif bagi Honda Team Asia di tengah dominasi pabrikan Austria di kelas Moto3 musim ini.
Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa penalti start tidak menghentikan laju Veda. Justru, ia menjadikannya batu loncatan untuk menunjukkan kelasnya sebagai salah satu prospek terbaik Indonesia di ajang grand prix.