SAMARINDA — Universitas Mulia menekankan pentingnya kemampuan kepemimpinan atau leadership bagi mahasiswa sebagai modal utama saat memasuki dunia kerja. Pihak kampus menilai perusahaan saat ini tidak hanya menuntut nilai akademik yang tinggi, tetapi juga kemampuan non-akademik yang jarang tercermin dalam transkrip nilai.
Dunia kerja memiliki standar penilaian yang berbeda dengan bangku kuliah. Angka-angka akademik tidak cukup untuk menjamin seorang lulusan langsung diterima di perusahaan.
“Ketika memasuki dunia kerja, perusahaan menuntut kemampuan lain fresh graduate yang tak selalu tercermin dalam angka-angka akademik,” demikian pernyataan resmi dari Universitas Mulia yang diterima redaksi.
Kemampuan memimpin menjadi salah satu kompetensi yang paling dicari. Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi dan mengambil peran sejak semester awal.
Pihak kampus menyebut pengalaman memimpin tim, mengelola proyek, dan mengambil keputusan di lingkungan kampus menjadi nilai tambah saat bersaing di bursa kerja. Hal ini berlaku bagi mahasiswa dari semua jurusan, baik teknik, ekonomi, maupun ilmu sosial.
Universitas Mulia juga mendorong mahasiswanya mengikuti berbagai program pengembangan diri yang difasilitasi kampus. Program tersebut dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
Selain leadership, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah juga menjadi fokus pembekalan. Pihak kampus berharap lulusannya tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia profesional.