KALIMANTAN TIMUR — Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua skuat setelah sama-sama meraih kemenangan meyakinkan di pertandingan sebelumnya. Swiss menundukkan Bosnia dan Herzegovina 4-1, sementara Kanada berpesta gol ke gawang Qatar. Kini, hanya kemenangan yang bisa mengamankan posisi puncak klasemen.
Swiss datang dengan modal historis yang kuat. Sepanjang partisipasi mereka di Piala Dunia, tim asuhan Murat Yakin belum pernah sekalipun menelan kekalahan dari perwakilan CONCACAF. Catatan ini menjadi senjata psikologis menjelang duel melawan tuan rumah bersama turnamen tersebut.
Selain itu, Swiss memiliki tradisi solid di laga pamungkas fase grup. Mereka tidak pernah kalah dalam lima pertandingan penutup grup terakhir di ajang Piala Dunia. Pertahanan pun menjadi andalan: belum ada satu gol pun yang kebobolan di babak pertama dalam lima laga terakhir di semua ajang. Dua gol yang bersarang ke gawang mereka di turnamen ini justru terjadi pada masa injury time.
Di kubu tuan rumah, euforia kemenangan 6-0 atas Qatar sedikit terusik oleh kondisi fisik sang kapten, Alphonso Davies. Bek sayap Bayern Munich itu masih dalam proses pemulihan cedera hamstring. Pelatih Jesse Marsch mengindikasikan kemungkinan untuk mengistirahatkan bintang utamanya demi menjaga kebugaran jangka panjang.
Meski tanpa Davies, Kanada tetap menunjukkan keganasan ofensif. Statistik mencatat mereka melakukan 97 sentuhan di kotak penalti lawan saat melawan Qatar—angka tertinggi dalam data pertandingan Piala Dunia sejak 1966. Namun, rekor pertemuan melawan tim Eropa belum sepenuhnya berpihak. Kanada belum pernah menang dalam tiga duel terakhir melawan wakil Benua Biru, meski juga belum terkalahkan sejak takluk 0-4 dari Belanda pada Juni 2024.
Menariknya, kedua tim hanya pernah bertemu sekali dalam sejarah. Laga persahabatan di St. Gallen pada 2002 lalu dimenangkan Kanada dengan skor 3-1. Kini, panggung Piala Dunia yang jauh lebih besar menjadi saksi apakah sejarah akan terulang atau justru Swiss membalikkan catatan tersebut.
Dengan segala kepentingan yang dipertaruhkan—posisi juara grup demi jalur lebih mudah di babak 32 besar—duel di BC Place dipastikan berjalan ketat. Swiss butuh kemenangan untuk mempertahankan tradisi lolos ke fase gugur untuk keempat kalinya berturut-turut. Kanada, di sisi lain, ingin membuktikan bahwa kemenangan bersejarah atas Qatar bukan sekadar kebetulan.