Antisipasi Abrasi di Pesisir Balikpapan, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro Tanam 5.000 Bibit Mangrove Bersama Warga

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:07:53 WIB
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memimpin penanaman 5.000 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan.

BALIKPAPAN — Sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai Lamaru, Balikpapan, dalam sebuah agenda lingkungan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus respons terhadap ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai di wilayah tersebut.

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Kapolda bersama personel Polresta Balikpapan, komunitas pecinta lingkungan, serta warga Kelurahan Lamaru. Mereka menanam bibit di sepanjang bibir pantai yang selama ini menjadi titik kritis erosi.

Mengapa Mangrove Jadi Pilihan untuk Pantai Lamaru?

Jenis mangrove yang ditanam merupakan varietas lokal yang dikenal memiliki akar kuat untuk menahan gelombang dan sedimentasi. Kawasan Pantai Lamaru selama beberapa tahun terakhir mengalami penyusutan daratan akibat abrasi yang diperparah oleh alih fungsi lahan dan aktivitas wisata yang tidak terkontrol.

“Penanaman mangrove ini bukan sekadar seremoni. Ini investasi ekologis jangka panjang untuk menjaga pesisir Balikpapan tetap utuh,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro dalam sambutannya di lokasi.

Fakta Singkat Penanaman Mangrove di Pantai Lamaru:

  • 5.000 bibit mangrove ditanam dalam satu hari oleh personel gabungan Polri dan masyarakat.
  • Kegiatan digelar di Pantai Lamaru, Balikpapan, salah satu titik rawan abrasi di pesisir timur Kalimantan.
  • Penanaman bertepatan dengan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema kepedulian lingkungan.

Dampak Langsung bagi Warga Pesisir

Bagi warga Lamaru yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan pengelola wisata pantai, keberadaan mangrove dinilai vital. Akar mangrove mampu memecah ombak dan menahan lumpur, sehingga garis pantai tidak cepat tergerus. Selain itu, ekosistem mangrove menjadi habitat alami udang, kepiting, dan ikan kecil yang menopang mata pencaharian warga.

Ketua RT setempat menyebut abrasi di beberapa titik sudah mencapai ambang batas. “Kalau tidak segera ditanam, rumah warga yang jaraknya hanya puluhan meter dari bibir pantai bisa terancam,” katanya.

Arahan Kapolda: Polisi Harus Jadi Motor Pelestarian Alam

Irjen Pol Endar Priantoro menekankan bahwa institusi kepolisian tidak hanya bertugas pada aspek keamanan, tetapi juga pada isu-isu lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat. Ia meminta jajarannya di Polresta Balikpapan untuk merawat bibit yang telah ditanam hingga benar-benar tumbuh besar.

“Kami akan pantau secara berkala. Kalau ada bibit yang mati, akan kami sisip ulang. Ini komitmen, bukan proyek musiman,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu dari rangkaian aksi sosial dan lingkungan yang digelar Polda Kaltim menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara. Selain penanaman mangrove, jajaran Polresta Balikpapan juga menggelar bakti sosial dan bersih pantai di lokasi yang sama.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top