Cetak Rekor Lagi, PGE Sabet ESG Leadership Award 2026 di Asia Pasifik

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 13:29:01 WIB
PGE raih ESG Leadership Award 2026 sebagai sektor infrastruktur terbaik di Asia Pasifik.

KALIMANTAN TIMUR — PGE berhasil menjadi yang terbaik dari sembilan perusahaan kandidat di sektor infrastruktur. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong. Proses penilaian dilakukan secara independen dan transparan oleh para peneliti dan pakar ESG, memastikan bahwa hanya perusahaan dengan praktik terbaik yang layak menyandang predikat Sector Champion.

ESG Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Fondasi Bisnis

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. “Bagi kami, ESG bukan hanya kepatuhan, melainkan fondasi untuk menjaga keandalan operasional, memperkuat tata kelola, menciptakan nilai bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi nasional,” ujarnya dalam siaran resmi.

Senada dengan itu, Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menambahkan bahwa pendekatan ini menjadi dasar penting untuk menjaga kepercayaan investor. “Kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan,” jelas Fransetya.

Kinerja Operasional Moncer, Produksi Listrik Naik 15 Persen

Pencapaian di bidang ESG ini berjalan beriringan dengan kinerja operasional yang positif. Sepanjang kuartal I-2026, PGE mencatat pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 1.370 gigawatt-hour (GWh). Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan langsung oleh PGE dan sisanya dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.

Dengan mengelola sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE memegang peran krusial dalam sistem kelistrikan Indonesia sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Raih PROPER Emas dan Masuk Jajaran Top Global ESG

Konsistensi PGE dalam keberlanjutan juga terlihat dari sejumlah penghargaan lain. Pada April lalu, PGE Area Kamojang meraih PROPER Emas untuk ke-15 kalinya berturut-turut, sementara PGE Area Ulubelu meraih penghargaan serupa untuk ke-4 kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Di tingkat global, PGE mencatat skor ESG tertinggi di Indonesia dengan nilai 7,1 dari Sustainalytics pada Desember 2025. Tak hanya itu, perusahaan ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025. Ke depan, PGE menargetkan untuk terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan guna mewujudkan visinya sebagai world leading geothermal producer dan pusat unggulan panas bumi.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top