SENDAWAR — Kampung Linggang Purwodadi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, kini menjadi percontohan pengelolaan ekonomi desa yang memadukan sektor wisata dan koperasi. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat sengaja dibangun berdampingan dengan kolam wisata, keramba ikan, dan wahana rekreasi milik warga.
Pola integrasi ini membuat KDMP tidak hanya menjual kebutuhan pokok dan oleh-oleh khas, tetapi juga menampung, mengolah, dan memasarkan hasil bumi warga. Ikan dari keramba, sayur, buah, hingga beras dijual langsung ke pengunjung yang datang ke kawasan agrowisata.
“Ini merupakan langkah inovatif dalam percepatan menggerakkan roda ekonomi desa. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani di Sendawar, Jumat.
Sejumlah unit usaha tersedia dalam satu kawasan, mulai dari wahana air, taman, aneka sayur dan buah, kolam pemancingan, keramba ikan, gerai koperasi, gudang, hingga tempat pengolahan hasil ikan dan tanaman pangan. Layanan sewa perahu, tiket masuk, dan homestay juga dikelola bersama melalui KDMP.
Hasil olahan seperti ikan asap dan kerajinan anyaman dikemas dan dipasarkan lewat gerai koperasi. Keuntungan dari pola ini diputar kembali untuk pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan warga.
Saat menghadiri peringatan HUT ke-62 Kampung Linggang Purwodadi, Nanang mengapresiasi kepala desa setempat dan pihak terkait yang menyepakati integrasi antara KDMP dengan usaha berbasis kerakyatan tersebut. Menurutnya, pekarangan yang hijau, kolam produktif, dan destinasi agrowisata yang dikembangkan secara konsisten bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru, tidak hanya bagi desa, tetapi juga Kecamatan Linggang Bigung.
“Ini tentu bisa menjadi percontohan, karena KDMP menampung hasil dari ikan keramba, sayur, buah, beras yang dijual ke pengunjung dan warga setempat,” kata Nanang.