Danantara Gabungkan 120 Hotel BUMN ke InJourney, Cari Investor Setelah Konsolidasi Rampung

Penulis: Zaki Mubarak  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:23:31 WIB
Danantara resmi gabungkan 120 hotel BUMN ke InJourney sebagai langkah konsolidasi aset hospitality negara.

KALIMANTAN TIMUR — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan konsolidasi ini menjadi lompatan besar dalam menata ulang aset hospitality milik negara. "Penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah payung InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berdaya saing," ujarnya, Senin (29/6).

Proses penandatanganan CSPA akan terus berlanjut. Danantara menargetkan sejumlah hotel BUMN lainnya menyusul bergabung pada awal pekan depan. "Momentum positif ini akan terus kita jaga, dan kami memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan," kata Dony.

InJourney Bakal Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua

Dengan terkonsolidasinya sekitar 120 hotel, InJourney diproyeksikan menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia. Dony menilai jumlah tersebut menjadi fondasi solid untuk melakukan penciptaan nilai. "Transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi," ucapnya.

Seluruh aset hotel akan ditempatkan di bawah PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality). Setelah integrasi rampung, Danantara berencana menawarkan skema kemitraan strategis kepada investor untuk mendukung pengembangan bisnis sekaligus meningkatkan nilai aset yang dikelola.

Presiden Pastikan Tak Ada PHK

Presiden Prabowo Subianto menegaskan restrukturisasi BUMN yang memangkas jumlah perusahaan dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 250 tidak akan diikuti pemutusan hubungan kerja. Hal ini disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6).

"Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal sekitar 300," ujar Prabowo. Saat ditanya target akhir, Dony Oskaria menjawab sekitar 250 perusahaan. Prabowo menegaskan konsolidasi bertujuan menghilangkan inefisiensi yang membebani keuangan negara. "Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung, hanya bayar overhead," katanya.

Dony memastikan seluruh pegawai dari perusahaan yang dikonsolidasikan akan tetap dipertahankan dan dialihkan ke perusahaan hasil penggabungan. "Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," ujarnya. Saat ini Danantara tengah melakukan streamlining terhadap sekitar 1.077 perusahaan BUMN menjadi 200-300 perusahaan yang ditargetkan rampung pada 2026. Langkah ini diperlukan karena sekitar 52 persen BUMN masih membukukan kerugian dengan nilai mencapai Rp20 triliun.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top