Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Sebut Keluarga Benteng Hadapi Era VUCA, Peran Ayah di Rumah Tak Bisa Ditawar

Penulis: Uki Damayanti  •  Senin, 29 Juni 2026 | 20:56:31 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menekankan peran ayah yang tak bisa ditawar dalam pengasuhan keluarga di era VUCA.

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menegaskan institusi keluarga adalah benteng utama menghadapi gempuran era disrupsi dan digitalisasi yang penuh ketidakpastian, atau yang dikenal sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Pernyataan itu ia sampaikan saat memimpin upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin.

Rudy secara khusus menyoroti tanggung jawab figur ayah yang dinilai kerap abai dalam urusan domestik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak akan pernah terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak ibu.

Peran Ayah Krusial dalam Pengasuhan Anak

"Peran ayah sangat krusial dalam pengasuhan anak. Ayah tidak boleh lepas tangan. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak akan pernah terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di bahu ibu," ujar Rudy di hadapan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltim.

Gubernur menambahkan, kehadiran fisik dan kedekatan emosional seorang ayah menjadi faktor penentu kestabilan struktur kepribadian anak pada masa depan. Ia mendorong reposisi peran orang tua agar lebih seimbang antara ayah dan ibu.

Disrupsi Digital Masuk Tanpa Izin ke Ruang Keluarga

Pada upacara tersebut, Rudy juga membacakan amanat tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji. Dalam amanatnya, Wihaji mengingatkan tantangan berat yang dihadapi keluarga modern saat ini.

"Disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa izin ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak. Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman akan dengan mudah menggilas masa depan mereka," bunyi amanat tertulis tersebut.

Wihaji menegaskan bahwa ketangguhan keluarga saat ini bukan lagi pilihan alternatif, melainkan sebuah keharusan mutlak dan menjadi urgensi nasional. Transformasi kualitas SDM harus dimulai sejak dini, bahkan sejak anak berada di dalam rahim hingga pola asuh di dalam rumah.

Rumah Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Dirindukan

Melalui momentum Harganas ke-33, Pemprov Kaltim mengajak seluruh orang tua untuk lebih proaktif dalam menangkal ancaman negatif dari dalam rumah, terutama yang bersumber dari dunia digital. Langkah ini dinilai penting sebelum anak-anak menjadi korban atau justru pelaku penyimpangan sosial.

"Rumah harus dijadikan sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan. Magnet kehangatan keluarga harus selalu menarik anak-anak untuk pulang ke jalan yang benar," lanjut Rudy.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad demi masa depan generasi penerus bangsa. "Mari rapatkan barisan dan satukan tekad. Kita bangun keluarga Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini," pungkasnya.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top