KALIMANTAN TIMUR — Kemenangan tipis 1-0 Jerman atas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2002 lewat gol dramatis Oliver Neuville di menit-menit akhir masih membekas. Bagi Paraguay, kekalahan pahit itu justru menjadi bahan bakar untuk membalaskan dendam 24 tahun kemudian.
Jerman melaju ke fase gugur sebagai juara Grup E setelah menghajar Curacao dan Pantai Gading dengan total sembilan gol. Namun, langkah mereka ternoda oleh kekalahan 1-2 dari Ekuador di laga pamungkas.
Hasil itu menjadi alarm bagi skuad besutan Julian Nagelsmann. Konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah, apalagi jika mereka lolos, potensi bentrok dengan Prancis di babak 16 besar sudah menanti.
Paraguay sendiri melangkah ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Mereka datang dengan motivasi tinggi untuk memutus rantai kenangan buruk lawan Jerman di pentas Piala Dunia.
Bagi La Albirroja, laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan menulis ulang sejarah yang sempat pahit pada 2002 silam.
Di sisi lain, Jerman juga punya misi besar. Mereka bertekad menghapus catatan buruk tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Status sebagai juara dunia empat kali tidak otomatis membuat mereka difavoritkan. Sejak turnamen dimulai, Jerman tidak banyak dijagokan sebagai kandidat juara, dan laga melawan Paraguay menjadi ujian pertama yang sesungguhnya di fase gugur.
Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia 2002 berakhir dengan skor 1-0 untuk Jerman. Gol Neuville di menit akhir menjadi mimpi buruk yang terus menghantui Paraguay.
Kini, dengan komposisi pemain yang berbeda dan tekanan yang sama besarnya, siapa yang mampu keluar sebagai pemenang? Jawabannya akan ditentukan di Boston, Selasa dini hari nanti.