BALIKPAPAN — Libur sekolah di sejumlah daerah belum menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata keluarga di Balikpapan. Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Timur menunjukkan, tingkat hunian hotel di kota ini masih bertumpu pada tamu perjalanan bisnis. Kondisi ini mengindikasikan bahwa potensi wisata keluarga belum tergarap maksimal.
PHRI Kaltim mencatat, mayoritas tamu yang menginap di hotel-hotel Balikpapan dalam pekan-pekan terakhir berasal dari kalangan pebisnis dan pekerja proyek. Lonjakan kunjungan wisata keluarga yang diharapkan saat libur sekolah ternyata tidak terjadi. "Okupansi hotel belum bergerak signifikan dari sebelumnya. Masih didominasi tamu perjalanan dinas dan bisnis," ujar Ketua PHRI Kaltim.
Menurut PHRI, minimnya destinasi wisata tematik yang ramah keluarga menjadi salah satu penyebab utama. Balikpapan selama ini lebih dikenal sebagai kota transit dan pusat bisnis, bukan destinasi liburan. "Wisatawan keluarga butuh paket liburan yang lengkap, bukan sekadar hotel dan mall," tambahnya.
Faktor lain adalah belum adanya promosi terpadu yang menyasar segmen keluarga. Sebagian besar promosi pariwisata masih berfokus pada acara konvensi dan pameran bisnis. Akibatnya, Balikpapan kalah bersaing dengan destinasi lain seperti Samarinda atau bahkan Makassar dalam merebut pasar liburan sekolah.
PHRI mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera mengembangkan destinasi wisata yang lebih variatif. Beberapa opsi yang disuarakan antara lain pembangunan taman rekreasi keluarga, waterpark, atau kawasan kuliner tematik. "Kami butuh destinasi yang bisa membuat keluarga betah lebih dari dua hari. Bukan sekadar tempat foto-foto," tegasnya.
Organisasi ini juga meminta agar pengelolaan destinasi wisata melibatkan pelaku usaha lokal. Sinergi antara pemerintah dan swasta dinilai kunci untuk menciptakan paket wisata yang kompetitif. Tanpa langkah konkret, PHRI khawatir Balikpapan akan terus menjadi kota persinggahan, bukan tujuan liburan.
Ke depan, PHRI berharap ada kajian komprehensif mengenai potensi wisata keluarga di Balikpapan. Langkah ini penting agar setiap program pengembangan destinasi tepat sasaran dan mampu bersaing secara regional.