BALIKPAPAN — Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang di Balikpapan tercatat meningkat menjadi 1,79 hari pada Mei 2026. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan sebagai indikator kebangkitan sektor perhotelan dan perjalanan.
Kenaikan lama menginap ini dinilai sebagai sinyal positif bagi dua sektor utama: pariwisata dan perjalanan bisnis. BPS Balikpapan menyebut tren kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas wisatawan dan pelaku usaha di kota minyak mulai bergairah kembali.
“Peningkatan ini mengindikasikan bahwa tamu tidak hanya singgah, tetapi juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan di Balikpapan,” ujar Kepala BPS Balikpapan dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.
Angka 1,79 hari lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berkutat di kisaran 1,5 hingga 1,6 hari. Meski terlihat tipis, kenaikan ini mencerminkan pergeseran pola perjalanan tamu dari sekadar transit menjadi kunjungan yang lebih lama.
BPS Balikpapan menambahkan, data ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan perhotelan. Pemerintah kota diharapkan bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendorong promosi destinasi dan fasilitas penunjang di Balikpapan.
Kenaikan okupansi dan lama menginap tamu hotel berbintang berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal. Hotel-hotel di Balikpapan mulai menambah shift karyawan dan meningkatkan pasokan bahan baku dari pemasok lokal.
Beberapa pengelola hotel yang dihubungi secara terpisah mengonfirmasi bahwa permintaan kamar untuk rombongan bisnis dan wisatawan domestik meningkat signifikan sejak April 2026. Tren ini diperkirakan berlanjut hingga libur panjang sekolah mendatang.