Trump Sebut Perang Iran Masalah Kecil, Bantah Pernyataan Wapres Vance

Penulis: Uki Damayanti  •  Sabtu, 05 September 2026 | 11:21:01 WIB
Presiden AS Donald Trump menyebut konflik dengan Iran sebagai "masalah kecil" dalam pernyataannya di Kalimantan Timur.

KALIMANTAN TIMUR — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa konflik dengan Iran bukanlah perang besar, melainkan hanya "masalah kecil" yang mampu ditangani Washington. Pernyataan ini disampaikan Trump di sela-sela kegiatannya, merespons pertanyaan wartawan soal komentar Wakil Presiden JD Vance yang menyebut situasi di sekitar Iran bukan sebuah perang.

"Banyak orang tidak menyebutnya sebagai perang. Saya menyebutnya konflik militer karena itu masalah kecil bagi kita. Ini bukan masalah besar. Kita sudah menangani Venezuela, dan kita sudah menangani ini," kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah operasi militer AS terhadap Iran yang telah berjalan lebih dari enam bulan, jauh melampaui perkiraan awal pemerintahan Trump yang hanya berlangsung enam pekan.

Perbedaan Sikap Trump dan Wapres Vance

Pernyataan Trump kontras dengan pandangan Wakil Presiden JD Vance. Vance, pada Kamis (4/9/2026), justru menyatakan situasi di sekitar Iran tidak bisa disebut perang karena tidak ada aksi militer aktif yang berkelanjutan.

Menurut Vance, serangan yang terjadi pada 30 Agustus dan 2 September bersifat sporadis, bukan operasi militer yang berlangsung terus-menerus. Perbedaan framing antara dua pimpinan tertinggi pemerintahan AS ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan internal mengenai durasi dan intensitas konflik yang telah berlarut-larut tersebut.

Trump Salahkan Partai Demokrat

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga melontarkan kritik terhadap Partai Demokrat. Ia menuding partai oposisi tersebut mendorong agar perang diakhiri sebelum waktunya, yang menurutnya dapat melemahkan posisi tawar AS dalam konflik tersebut.

Tudingan ini menambah tensi politik domestik AS di tengah ketidakpastian mengenai kapan operasi militer melawan Iran akan benar-benar berakhir. Konflik yang awalnya dirancang sebagai operasi singkat kini memasuki bulan ketujuh, memicu perdebatan di kalangan pengambil kebijakan di Washington mengenai strategi keluar yang paling tepat.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top