KALIMANTAN TIMUR — Tujuh perusahaan BUMN yang bergabung dalam entitas ini adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics. Seluruhnya akan beroperasi di bawah kendali PT Multi Terminal Indonesia sebagai surviving entity selama masa transisi.
Efisiensi Jadi Target Utama Konsolidasi
Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph, mengatakan penggabungan ini merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi. "Ini sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah yang ingin terjadi efektivitas dan efisiensi dari proses logistik yang ada di negara ini," ujar Daud yang juga menjabat Direktur Utama PT Pos Indonesia.
Menurut Daud, selama ini biaya logistik di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara tetangga karena rantai distribusi yang panjang dan melibatkan banyak pihak. Dengan satu entitas, seluruh fungsi logistik—dari pergudangan, pelabuhan, hingga pengiriman akhir—bisa dikerjakan dalam satu pintu. "Dari situlah akan terjadi efisiensi, ada harga yang lebih efisien, karena tidak lagi multi perusahaan," katanya.
Proses Integrasi Berjalan Bertahap
Selama periode transisi, ketujuh perusahaan akan menjalani integrasi dari sisi operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola. Proses ini menjadi fondasi sebelum memasuki tahap transaksi akhir. Daud menegaskan bahwa PT Multi Terminal Indonesia dipilih sebagai entitas bertahan karena dinilai memiliki struktur yang paling siap menampung seluruh lini bisnis logistik.
Danantara Asset Management, sebagai induk holding BUMN, mengawal langsung konsolidasi ini. Langkah ini sekaligus menjawab keluhan dunia usaha selama ini yang kerap mengeluhkan biaya logistik Indonesia yang mencapai sekitar 24 persen dari produk domestik bruto (PDB), jauh di atas rata-rata negara ASEAN yang berkisar 10–15 persen.
Dampak ke Masyarakat dan Dunia Usaha
Dengan merger ini, pengusaha UMKM dan industri tidak perlu lagi berurusan dengan puluhan perusahaan logistik yang berbeda untuk satu pengiriman barang dari pabrik ke pelabuhan, lalu ke gudang, dan akhirnya ke konsumen. Semua layanan bisa diakses melalui satu platform milik entitas baru ini.
Daud berharap penyatuan ini memberikan manfaat langsung agar sektor logistik nasional dapat berkembang lebih efisien. "Manfaat yang kita harapkan bersama sebagai bangsa, di mana perusahaan logistik yang terkonsolidasi dapat memiliki semua fitur yang dibutuhkan, sehingga dengan satu entitas saja dapat melaksanakan berbagai fungsi logistik," pungkasnya.