Pencarian

Tesla Rekrut Eks Senior Intel 17 Tahun Pimpin Pabrik Chip 'Terafab' di Austin, Investasi Tembus Rp 1.904 Triliun

Rabu, 01 Juli 2026 • 04:31:31 WIB
Tesla Rekrut Eks Senior Intel 17 Tahun Pimpin Pabrik Chip 'Terafab' di Austin, Investasi Tembus Rp 1.904 Triliun
Tesla merekrut Gary Jiang, mantan manajer pabrik Intel, untuk memimpin pembangunan pabrik chip Terafab di Austin.
kompetensi manufaktur chip dari nol—langkah yang dinilai kritis dan berisiko tinggi oleh pengamat industri. ISI:

KALIMANTAN TIMUR — Tesla mulai menunjukkan keseriusan membangun pabrik chip sendiri, 'Terafab', dengan merekrut tenaga ahli dari Intel. Gary Jiang memulai perannya sebagai Direktur Terafab pada Juni 2026. Ia membawa pengalaman langsung dalam memulai operasi fabrikasi dari tahap konstruksi hingga produksi volume tinggi. Informasi ini pertama kali diungkap Electrek setelah melihat profil LinkedIn Jiang yang diperbarui.

Pengalaman Fabrikasi Intel 18A Jadi Modal Utama

Jiang menghabiskan hampir 18 tahun di Intel, dengan posisi terakhir sebagai Factory Manager sejak Desember 2024. Dalam peran itu, ia bertanggung jawab penuh atas transfer teknologi, instalasi peralatan, dan startup fabrikasi Intel 18A—proses node paling mutakhir Intel saat ini. Sebelumnya, ia mengelola produksi massal di Fab 32 dan Fab 12 di Arizona untuk node 14nm dan 22nm.

Keahlian yang tercantum di profilnya—"Technology Transfer, Fab startup, Strategic Planning, Cost reduction, Yield improvement"—nyaris merupakan daftar tugas ideal untuk membangun pabrik semikonduktor dari awal. Kemampuan ini sangat langka dan tidak dimiliki Tesla secara internal.

Investasi Raksasa Rp 1.904 Triliun untuk Satu Atap

Proyek Terafab diumumkan Tesla dan SpaceX pada Maret lalu sebagai fasilitas terintegrasi di kampus utara Giga Texas. Pabrik ini dirancang menyatukan desain chip, litografi, fabrikasi, memori, pengemasan canggih, dan pengujian dalam satu atap. Elon Musk menyebut targetnya adalah proses node 14A dengan kapasitas awal 100.000 wafer per bulan, yang akan ditingkatkan hingga 1 juta wafer.

Skala investasinya terus membengkak. Dalam dokumen S-1 SpaceX yang diajukan pada Mei, investasi awal ditetapkan sebesar USD 55 miliar (Rp 880 triliun). Total investasi di semua fase mencapai USD 119 miliar (Rp 1.904 triliun). Angka ini menunjukkan ambisi raksasa yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri otomotif.

Strategi Akuisisi Bakat: Satu Demi Satu dari Intel dan TSMC

Ketidakmampuan Tesla mengoperasikan pabrik chip sudah menjadi sorotan sejak awal. Mendesain chip adalah satu hal, tetapi memproduksinya secara massal dengan tingkat kegagalan (yield) rendah adalah disiplin yang berbeda. Kemitraan dengan Intel yang diumumkan pada April lalu, serta perekrutan Jiang, jelas merupakan upaya Tesla membeli pengalaman yang tidak dimilikinya.

Menurut analis Electrek, perekrutan satu direktur—meskipun sangat kompeten—belum cukup menutup kesenjangan pengetahuan yang besar. Intel sendiri butuh puluhan tahun dan puluhan miliar dolar membangun pengetahuan institusional yang kini dibawa Jiang. "Ini adalah titik data kecil, tapi sangat signifikan," tulis Electrek. "Tesla serius mengisi Terafab dengan bakat manufaktur semikonduktor sungguhan, bukan sekadar presentasi di atas kertas."

Perlu dicatat, berdasarkan dokumen SpaceX, Terafab masih dalam tahap "sangat awal" tanpa komitmen mengikat dan hak kekayaan intelektual yang belum final. Rekrutmen ini adalah sinyal niat yang nyata, tetapi bagian tersulit—mencapai yield yang ekonomis—baru akan dimulai. Industri semikonduktor penuh dengan proyek fabrikasi bermodal besar yang gagal mencapai target produksi. Publik akan mengamati berapa banyak lagi nama dari Intel dan TSMC yang muncul di struktur organisasi Terafab dalam beberapa bulan ke depan. Itu akan menjadi indikator paling jujur apakah proyek ini benar-benar akan menjadi pabrik nyata atau sekadar ajang rekrutmen mahal.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks