BYD Resmikan Flash Charging ke-10.000 di Shenzhen, Target 20.000 Stasiun Akhir 2026

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:45:01 WIB
BYD meresmikan stasiun flash charging ke-10.000 di Shenzhen sebagai bagian dari target 20.000 stasiun pada akhir 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Peresmian stasiun ke-10.000 ini menjadi tonggak penting bagi rencana strategis BYD bertajuk "Flash Charging China". Dari total target 20.000 stasiun, perusahaan membidik 18.000 stasiun di kawasan perkotaan dan 2.000 stasiun di sepanjang jalan tol. Dengan sisa waktu sekitar empat bulan di tahun ini, BYD masih harus membangun sekitar 10.000 stasiun tambahan, atau rata-rata 2.500 stasiun per bulan.

Blade Battery Generasi Kedua: 10-70 Persen dalam Lima Menit

Akselerasi pembangunan ini ditopang oleh teknologi yang diperkenalkan BYD pada Maret lalu. Blade Battery generasi kedua yang dipadukan dengan sistem flash charging terbaru mampu menghasilkan daya puncak hingga 1,5 megawatt per charging gun.

Dengan kombinasi tersebut, sistem pengisian daya cepat BYD sanggup mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Bahkan, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen dapat diselesaikan dalam sekitar sembilan menit—sejajar dengan waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

Sinergi dengan Sinopec untuk Percepatan Ekspansi

Untuk mengatasi tekanan ketersediaan lahan dan jalur distribusi, BYD menggandeng mitra eksternal. Pada Juni lalu, perusahaan menjalin kerja sama dengan Sinopec untuk memanfaatkan jaringan stasiun bahan bakar milik raksasa energi negara tersebut yang tersebar di seluruh Tiongkok. Kolaborasi ini menghadirkan stasiun layanan terintegrasi yang menggabungkan pengisian bahan bakar, pengisian daya cepat, sekaligus layanan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Pengakuan Internasional dan Ekspansi Global

Keunggulan platform tegangan tinggi BYD mendapat pengakuan eksternal sepanjang tahun ini. Pada 11 Agustus, teknologi tersebut memenangkan penghargaan Paul Pietsch dari Jerman—menjadikan BYD sebagai perusahaan Tiongkok pertama yang meraih penghargaan bergengsi ini sejak pertama kali digelar pada 1989. Sebelumnya pada Juli, Blade Battery generasi kedua dan teknologi flash charging juga dipilih Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok masuk dalam daftar "peralatan nasional utama", bersanding dengan teknologi kelas dunia seperti sistem pemulihan roket terkendali.

Di pasar internasional, stasiun flash charging pertama BYD di Jerman resmi beroperasi pada Mei lalu, sekaligus menandai proyek pengisian daya cepat berskala megawatt pertama perusahaan di Eropa. BYD menargetkan pembangunan 6.000 stasiun di luar Tiongkok, dengan rincian 3.000 stasiun di Eropa, 2.000 stasiun di kawasan Amerika, dan 1.000 stasiun di wilayah Asia-Pasifik.

Langkah agresif ini menegaskan komitmen BYD membangun ekosistem infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang menyeluruh, baik domestik maupun global. Kecepatan pembangunan yang dicapai dalam waktu kurang dari enam bulan sejak peletakan batu pertama hingga stasiun ke-10.000 rampung menjadi bukti kapasitas produksi dan eksekusi proyek perusahaan asal Tiongkok tersebut.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: mobitekno.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top