KALIMANTAN TIMUR — Direktur & Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengungkapkan capaian prapenjualan tersebut didominasi oleh sektor industri, khususnya data center. Hingga Juni 2026, total permintaan lahan industri yang masuk mencapai 85 hektare (ha), dan 75 persen di antaranya berasal dari calon tenant data center.
Faktor Infrastruktur Premium di Balik Derasnya Minat Tenant
Tondy menjelaskan, tingginya minat calon penyewa lahan tidak terlepas dari kelengkapan fasilitas yang disediakan perseroan. Kota Deltamas disebut menawarkan spesifikasi teknis yang dibutuhkan operator pusat data kelas global.
"Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri, khususnya data center," kata Tondy dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).
Fasilitas yang dimaksud mencakup pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redundansi andal, serta sistem keamanan berlapis. Perusahaan juga mengoperasikan pusat komando data dan keamanan terpadu di kawasan tersebut.
Keandalan Utilitas Jadi Andalan untuk Operasional Pusat Data
Selain kelistrikan dan konektivitas, DMAS menyediakan infrastruktur pendukung berupa sistem looping untuk ketersediaan air bersih dan air daur ulang. Skema ini memastikan pasokan utilitas tetap berjalan meski terjadi gangguan pada satu jalur distribusi.
Dari sisi kebutuhan operasional pusat data, keandalan utilitas menjadi prasyarat utama. Kombinasi antara pasokan listrik premium, konektivitas serat optik redundan, dan manajemen air yang andal menjadikan GIIC sebagai salah satu lokasi yang kompetitif untuk pengembangan infrastruktur digital di Indonesia.
Dengan realisasi prapenjualan yang telah mencapai lebih dari separuh target di pertengahan tahun, prospek pendapatan perseroan untuk sisa semester kedua dinilai memiliki landasan yang solid. Permintaan dari sektor teknologi diperkirakan masih akan menjadi katalis utama kinerja penjualan DMAS hingga akhir tahun.