KPC Bekali 150 Pelajar SMAN 1 Sangatta Selatan Jaga Kesehatan Mental di Tengah Derasnya Arus Media Sosial

Penulis: Uki Damayanti  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:31:01 WIB
pelajar SMAN 1 Sangatta Selatan mengikuti seminar kesehatan mental yang digagas PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Jumat (21/08/2026).

SANGATTA — Puluhan pelajar kelas XII SMAN 1 Sangatta Selatan mendapat pembekalan khusus mengenai kesehatan mental dan cara membangun pertemanan yang sehat. Materi ini dinilai krusial mengingat derasnya arus informasi di media sosial yang kerap menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif bagi remaja.

Seminar yang digagas bekerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini digelar di Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Jumat (21/08/2026). Dua narasumber berkompeten dihadirkan, yakni dr. Diah Fita Sari, MPH selaku Dokter Wellness KPC, dan Karina Mashitha Jannah, M.Psi., Psikolog Klinis.

Alasan KPC Angkat Tema Kesehatan Mental Remaja

Superintendent Community Health and Education (CHE) KPC, Febriana Kurniasari, mengungkapkan tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Maraknya kenakalan remaja di luar sana, terutama di era digitalisasi, menjadi perhatian serius perusahaan.

"Harapannya teman-teman bisa memilah dan memilih hal yang baik, serta dapat membangun Kutai Timur ke arah yang lebih baik," tutur Febriana Kurniasari.

Febriana menekankan bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, pelajar tidak hanya butuh kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman tentang cara menjaga diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Kepala Sekolah: Pertemanan Positif Kunci Suasana Belajar Kondusif

Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, Rubito, menyebut lingkungan pertemanan yang sehat memiliki kaitan erat dengan terciptanya iklim belajar yang nyaman di sekolah. Menurutnya, relasi positif antar siswa membantu mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Sehat dalam berteman akan membentuk lingkungan belajar yang nyaman. Ini pembekalan luar biasa dari narasumber yang kapabel, dan beruntung kalian bisa mendapatkan sesi ini," ujar Rubito di hadapan para siswa.

Rubito berharap materi yang diperoleh para siswa tidak berhenti sebagai pengetahuan selama seminar berlangsung. Ia meminta agar ilmu tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan di masyarakat.

Dampak Negatif Media Sosial bagi Pelajar

Perkembangan teknologi dan media sosial memberikan banyak manfaat bagi pelajar dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga menyimpan potensi bahaya apabila tidak disikapi dengan bijak.

Melalui seminar ini, para siswa dibekali cara mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental serta strategi membangun komunikasi asertif dalam pertemanan. Pemahaman ini diharapkan mampu menjadi tameng pertama bagi pelajar dari berbagai tekanan sosial yang kerap muncul di lingkungan sekolah maupun dunia maya.

"Melalui seminar ini, saya harap para adik-adik bisa semakin memahami bahwa kesehatan mental dan hubungan sosial yang baik merupakan bagian penting dari keberhasilan proses pendidikan," pungkas Febriana Kurniasari.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: instankaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top