Pencarian

APBD Kaltim Terbatas, Gubernur Rudy Mas'ud Minta KONI Gandeng Swasta untuk Biayai Ajang Olahraga

Jumat, 04 September 2026 • 11:53:31 WIB
APBD Kaltim Terbatas, Gubernur Rudy Mas'ud Minta KONI Gandeng Swasta untuk Biayai Ajang Olahraga
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meminta KONI Kaltim menggandeng perusahaan swasta melalui skema CSR untuk membiayai ajang olahraga di tengah keterbatasan APBD.

Menghadapi keterbatasan fiskal daerah, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meminta KONI Kaltim aktif menggandeng perusahaan swasta lewat skema CSR untuk membiayai berbagai ajang olahraga. Langkah ini ditempuh agar anggaran daerah tetap fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, di tengah persiapan Porprov 2026 yang akan mempertandingkan 58 cabang olahraga.

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menerima audiensi pengurus KONI Kaltim di ruang kerjanya, Kamis. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa olahraga tetap menjadi bidang penting, tetapi pembiayaannya tidak bisa lagi bertumpu sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Olahraga jadi bidang yang penting. Namun dengan kondisi fiskal Kaltim saat ini, tidak mungkin kami memaksakan APBD," kata Rudy.

Alasan APBD Tak Mampu Biayai Sendiri

Rudy menjelaskan, anggaran daerah saat ini tengah diprioritaskan untuk program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Karena itu, keterlibatan pihak ketiga melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR diharapkan bisa menutup celah pembiayaan tanpa menguras kas daerah.

Meski begitu, ia mengingatkan setiap rupiah yang masuk harus dikelola dengan ketat. "Jangan sampai kami mendapat prestasi, tetapi ujungnya menyisakan masalah. Tata kelola keuangan KONI harus akuntabel, transparan, dan profesional," tegas Gubernur.

"Jangan sampai atletnya naik podium, tetapi integritas dan administrasi turun," sambungnya menegaskan komitmen terhadap tata kelola bersih.

Peta Porprov 2026: 58 Cabor Siap Dipertandingkan

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman melaporkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser.

Sebanyak 58 dari 64 cabang olahraga (cabor) direncanakan dipertandingkan. "Rencananya, cabang yang akan dipertandingkan merupakan cabang unggulan Kaltim. Namun, karena cabang lain sudah mengikuti pra-kualifikasi, mereka juga meminta untuk ikut dipertandingkan," ujar Rasman.

Usulan Porprov Tiap Dua Tahun: Menjaga Pembinaan Atlet

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum melontarkan wacana perubahan periodisasi pelaksanaan Porprov. Jika sebelumnya digelar empat tahun sekali, ia mengusulkan ajang ini berlangsung setiap dua tahun sekali.

Menurut Anderiy, perubahan ini bukan tanpa alasan. Porprov yang lebih sering digelar bisa menjadi ajang evaluasi sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Saat ini, sudah ada dua daerah yang melaksanakan Porprov setiap dua tahun sekali, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet agar tetap semangat dan arena tetap terawat," jelas Anderiy.

Dukungan Prestasi dan Pengawasan Anggaran

Gubernur Rudy menegaskan pemerintah daerah tetap mendukung penuh pencapaian prestasi olahraga Kaltim di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Kendati sumber dana nantinya berasal dari swasta, ia meminta setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bagi para pengurus cabor bahwa kemudahan mendapatkan sponsor harus diimbangi dengan disiplin administrasi dan pelaporan keuangan yang transparan.

Follow www.kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks