Tim Gabungan Padamkan Karhutla 20,5 Hektare di Betapus Samarinda, Api Berhasil Diblokade dari Permukiman Warga

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 08 September 2026 | 11:15:02 WIB
Tim gabungan memadamkan karhutla seluas 20,5 hektare di Betapus, Samarinda, Kalimantan Timur.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan pemadam kebakaran berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20,5 hektare di kawasan Betapus, Samarinda, Kalimantan Timur. Operasi pemadaman yang berlangsung intensif sejak Sabtu sore hingga Minggu malam itu dipastikan tuntas tanpa merembet ke permukiman warga yang hanya berjarak 50-100 meter dari titik api.

SAMARINDA — Kepala BPBD Samarinda Suwarso memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala di kawasan Betapus setelah tim gabungan berhasil mengepung kobaran api dari beberapa sisi. "Bersyukurnya kita teman-teman relawan pemadam kebakaran mengepung dari beberapa sisi, sehingga sekitar pukul 21.00 WITA api selesai dipadamkan," ujarnya, Senin.

Keberhasilan ini menjadi kabar lega bagi warga sekitar. Pasalnya, jarak antara lokasi kebakaran dengan pemukiman hanya sekitar 50 hingga 100 meter. Strategi pencegatan yang dilakukan tim gabungan sukses memblokade api agar tidak merembet ke area yang lebih padat penduduk.

12 Rol Selang Disambung untuk Jangkau Sumber Air Sungai Karangmumus

Proses pemadaman di Betapus tidak berjalan mudah. Titik api yang jauh dari jalan utama membuat kendaraan pemadam tidak bisa mendekat secara langsung. Tim di lapangan terpaksa menyambung lebih dari 12 rol selang untuk mengambil pasokan air dari sisi Sungai Karangmumus di kawasan Bengkuring.

"Kami menggunakan sistem tunda dengan menyambung lebih dari 12 rol selang," papar Suwarso. Tantangan lain datang dari ketersediaan air yang sangat terbatas, kencangnya embusan angin, serta vegetasi belukar yang mengering hingga ke bagian bawah tanah. Kondisi ini mempercepat perambatan api dan menyulitkan upaya pemadaman.

Helikopter Water Bombing Disiagakan di Bandara APT Pranoto

Karhutla di Samarinda sepanjang tahun ini telah mencapai 176 kejadian. Untuk mempercepat penanganan, Suwarso terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk operasi pengerahan helikopter water bombing. Helikopter tersebut saat ini dilaporkan telah bersiaga di Bandara APT Pranoto dan segera dieksekusi.

"Jika memungkinkan, lahan pertanian bisa ikut dilakukan water bombing untuk mempercepat proses pengembalian fungsi sawah agar tanah hidup kembali, sehingga petani juga bisa merasakan manfaatnya," tambah Suwarso.

Alat Ukur Kualitas Udara Dipasang di Tiga Titik Rawan, Masker Gratis Dibagikan

Sebagai langkah antisipatif melindungi masyarakat dari paparan asap, BPBD Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Laboratorium Kesehatan Provinsi, dan Balai K3 bersinergi memasang alat ukur kualitas udara portabel. Alat tersebut ditempatkan di tiga titik rawan, yakni Bantuas, Makroman, dan Betapus.

Pembagian masker gratis bagi masyarakat juga dilakukan bersamaan dengan pemasangan alat ukur tersebut. Tim di lapangan terus melakukan patroli pemantauan guna mencegah potensi munculnya bara api baru yang bisa memicu kebakaran susulan.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top