Dokumenter Oasis Ungkap Momen Rekonsiliasi Liam dan Noel Gallagher Usai 15 Tahun

Penulis: Wendra Kusuma  •  Selasa, 08 September 2026 | 16:05:31 WIB
Liam dan Noel Gallagher tampak berdampingan saat tiba di Venice Film Festival 2026, Sabtu (5/9).

KALIMANTAN TIMUR — Perseteruan panjang dua bersaudara, Liam dan Noel Gallagher, akhirnya menemukan titik terang. Film dokumenter terbaru Oasis tidak hanya merekam konser reuni, tetapi juga mengabadikan momen-momen pribadi yang mengharukan di balik kembalinya mereka ke panggung. Saksinya adalah anak-anak mereka yang ternyata berperan besar dalam mencairkan suasana.

Anak-Anak Gallagher Jadi Jembatan Rekonsiliasi

Sutradara Steven Knight, yang dikenal lewat karya Peaky Blinders, mengungkapkan bahwa pertemuan pertama Liam dan Noel setelah satu setengah dekade bukanlah momen yang hangat. Liam bahkan terlihat menggerutu saat memasuki ruang latihan dan langsung bernyanyi sebelum pergi tanpa pamit.

Namun, suasana berubah total ketika anak-anak mereka, yang merupakan sepupu, mulai berinteraksi. "Menurut saya, begitu anak-anak mereka mulai terlibat, itulah yang menjadi perekatnya. Anak-anak mereka pun menjadi teman akrab," kata Knight dalam wawancaranya, seperti dikutip AFP.

Anak-anak dari kedua musisi ini sebelumnya tidak saling mengenal. Pertemuan pertama mereka terjadi saat persiapan tur, dan interaksi alami mereka justru menjadi katalisator perdamaian yang selama ini dinantikan para penggemar.

Momen Hangat di Venice dan Awal Mula Perseteruan

Kebersamaan Liam dan Noel semakin terlihat saat mereka tiba di Venice Film Festival 2026 dengan menaiki perahu. Keduanya tampak berdampingan melambaikan tangan kepada penggemar yang telah menanti di sekitar venue pada Sabtu (5/9) pagi, sebuah pemandangan yang mustahil terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Film ini juga mengulas asal mula konflik mereka yang pecah pada 2009 di Paris, Prancis. Namun, Knight menegaskan bahwa dokumenter ini pada dasarnya adalah sebuah tontonan yang menyenangkan. "Mereka adalah pria dari kalangan kelas pekerja. Mereka tidak akan menunjukkan emosi, bahkan tidak akan berjabat tangan," ujarnya menggambarkan karakter kedua musisi.

Lebih dari Sekadar Film Konser

Oasis: Don't Look Back In Anger yang tayang 11 September 2026 ini hadir di tengah tren baru industri musik global. Setelah kesuksesan Eras Tour Taylor Swift yang meraup US$260 juta dan film dokumenter Beyoncé dengan keuntungan US$44 juta pada 2023, para musisi kini melihat film tur sebagai peluang bisnis yang menguntungkan.

"Alasan orang mau mendanai proyek seperti ini adalah karena mereka melihat adanya preseden keberhasilan sebelumnya," kata Knight. Bagi penggemar yang tidak kebagian tiket tur, film ini menjadi alternatif untuk merasakan pengalaman konser dengan biaya lebih terjangkau.

Di balik kemegahan panggung, dokumenter ini juga menampilkan sisi rentan para personel. Liam digambarkan berjuang melawan rasa takutnya membuat kesalahan dan mengambil keputusan penting untuk berhenti mengonsumsi alkohol serta rokok selama tur. Sementara itu, Noel berjuang mengendalikan emosi saat memulai konser pertamanya setelah vakum lebih dari 15 tahun di Cardiff pada Juli 2025.

Kiprah Oasis yang telah berjalan 30 tahun ini membuktikan bahwa daya tarik mereka melampaui batasan bahasa dan generasi. Dokumenter ini menjadi kapsul waktu yang merekam bagaimana sebuah perseteruan legendaris berakhir dan bagaimana musik kembali menyatukan mereka.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top