KALIMANTAN TIMUR — Proses eksekusi di Hotel Sultan berlangsung ricuh. Sejumlah tamu yang masih menginap di lokasi mengalami kepanikan saat aparat memasuki area hotel pada Kamis (18/6). Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa tamu tampak shock dan bergegas mengemas barang bawaan mereka.
Polisi Turun Tangan Evakuasi Tamu Hotel
Aparat kepolisian, termasuk sejumlah polisi wanita, langsung bergerak mendampingi para tamu yang panik. Beberapa di antaranya terlihat membawa koper dan bersiap meninggalkan hotel. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah kericuhan proses eksekusi.
Belasan tamu dilaporkan berhasil dievakuasi dari lantai-lantai yang menjadi sasaran eksekusi. Situasi sempat tegang ketika suara bentrokan antara petugas dan pihak yang menolak eksekusi terdengar dari dalam gedung.
PPKGBK Lakukan Penyisiran dan Pendataan
Di sisi lain, pihak Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) langsung melakukan penyisiran di seluruh area hotel. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari proses eksekusi yang telah berlangsung. Petugas melakukan pendataan terhadap aset dan memastikan tidak ada lagi penghuni yang tertinggal di dalam.
Proses penyisiran juga bertujuan untuk mengamankan dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan status kepemilikan lahan. Hingga berita ini diturunkan, aparat masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan.
Latar Belakang Sengketa Hotel Sultan
Eksekusi di Hotel Sultan merupakan buntut dari sengketa lahan yang telah berlarut-larut antara pihak pengelola dan negara. Lahan seluas 10 hektare di kawasan GBK tersebut menjadi objek perkara yang telah diputus oleh Mahkamah Agung. Putusan tersebut menyatakan bahwa aset tersebut merupakan milik negara dan harus dikembalikan.
Proses eksekusi sendiri sempat tertunda beberapa kali karena adanya perlawanan dari pihak pengelola. Namun, aparat akhirnya bergerak setelah mendapatkan izin resmi dari pengadilan untuk melakukan pengosongan.
Respons dan Imbauan Kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh situasi di lapangan. Mereka memastikan bahwa proses eksekusi berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku. "Kami menjamin keamanan dan ketertiban selama proses ini berlangsung," ujar seorang perwira di lokasi.
Sementara itu, para tamu yang dievakuasi telah diberikan tempat penampungan sementara. Pihak hotel disebut akan memberikan kompensasi atas ketidaknyamanan yang dialami para tamu akibat insiden ini.