Pencarian

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Tambah Produksi Minyak 1.865 BOPD dari Lapangan Sejadi, Dua Sumur Baru Beroperasi

Kamis, 18 Juni 2026 • 19:05:31 WIB
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur Tambah Produksi Minyak 1.865 BOPD dari Lapangan Sejadi, Dua Sumur Baru Beroperasi
Dua sumur baru di lapangan Sejadi berhasil menambah produksi minyak PT PHKT sebesar 1.865 BOPD.

PENAJAM PASER UTARA — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil menambah produksi minyak bumi sebesar 1.865 barel per hari (barrel oil per day/BOPD) dari pengembangan lapangan lepas pantai Sejadi di perairan Kalimantan Timur. General Manager Zona-10 PT PHKT Darmapala menyatakan tambahan produksi itu mulai tercatat pada 12 Juni 2026 melalui sumur SJ-6 dan SJ-4RD1.

Pencapaian itu, menurut Darmapala, memperkuat keyakinan perusahaan bahwa peluang peningkatan produksi masih terbuka lebar melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan secara berkelanjutan. "Keberhasilan di lapangan Sejadi menjadi hasil nyata dari semangat kolaborasi, inovasi, dan keunggulan operasional yang terus dibangun untuk menghadirkan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara," ujarnya dalam keterangan pers tertulis yang diterima ANTARA di Penajam Paser Utara, Kamis.

Dua Sumur dengan Teknologi Pengeboran Berbeda

Sumur SJ-6 merupakan sumur baru (new drill well) dengan lintasan pengeboran S-type directional. Total kedalaman mencapai 11.266 kaki measured depth (ftMD) dan hasil uji produksi mencapai 942 BOPD. Sementara itu, sumur SJ-4RD1 merupakan sumur pengeboran ulang (re-drill well) dengan lintasan serupa, total kedalaman 9.112 ftMD, dan menghasilkan 923 BOPD.

Selain minyak, sumur SJ-4RD1 juga menyumbang gas bumi sebesar 0,853 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Kedua sumur itu menjadi bukti bahwa lapangan migas yang telah lama berproduksi masih menyimpan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Efisiensi Biaya dan Waktu Pengeboran

PT PHKT melaporkan bahwa proses pengeboran kedua sumur berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal dan dengan biaya lebih rendah dibandingkan anggaran yang telah ditetapkan. Capaian itu diraih meskipun tim operasional menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan Sejadi.

Darmapala menambahkan bahwa pengembangan lapangan Sejadi menunjukkan pentingnya strategi yang terukur dan selektif dalam mengelola aset migas. "Peluang pertumbuhan produksi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan yang berkelanjutan," kata dia.

Tambahan produksi dari lapangan Sejadi berkontribusi langsung terhadap pasokan energi nasional. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu wilayah strategis dalam produksi migas Indonesia.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks