BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mulai memetakan usulan penerima bantuan pemasangan listrik baru untuk tahun 2026. Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) ini menyasar rumah tangga yang belum menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Total usulan yang masuk mencapai 1.033 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kelurahan. Angka ini menunjukkan masih adanya kebutuhan akses listrik di wilayah perkotaan.
Gunung Telihan Usulkan 346 KK, Tertinggi di Bontang
Kelurahan Gunung Telihan mencatatkan diri sebagai wilayah dengan pemohon terbanyak. Sebanyak 346 KK dari kelurahan tersebut masuk dalam daftar usulan program BPBL 2026.
Jumlah ini jauh melampaui kelurahan lain di Bontang. Tingginya angka usulan di Gunung Telihan mengindikasikan masih banyak warga yang bergantung pada sumber penerangan non-listrik atau listrik non-PLN.
Fakta Singkat Usulan BPBL Bontang 2026:
- Total usulan: 1.033 kepala keluarga (KK)
- Kelurahan dengan pemohon terbanyak: Gunung Telihan (346 KK)
- Program: Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun anggaran 2026
Program BPBL Targetkan Rumah Tangga Tak Mampu
BPBL merupakan program bantuan sosial dari pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses listrik bagi rumah tangga kurang mampu. Penerima bantuan tidak dipungut biaya untuk pemasangan instalasi dan sambungan baru ke jaringan PLN.
Pemerintah Kota Bontang melalui dinas terkait terus melakukan verifikasi data usulan yang masuk. Proses ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Verifikasi Data Jadi Kunci Penyaluran Tepat Sasaran
Setelah usulan terkumpul, tahapan selanjutnya adalah verifikasi lapangan. Petugas akan memeriksa kondisi rumah calon penerima dan memastikan mereka belum memiliki sambungan listrik resmi.
Proses ini juga untuk memvalidasi status sosial ekonomi warga agar tidak ada tumpang tindih dengan penerima bantuan lain. Pemerintah menargetkan program ini dapat mengurangi kesenjangan akses energi di daerah perkotaan.