KALIMANTAN TIMUR — Tim Duta Pelajar Sadar Hukum dari SMA Prima YPPSB menyisihkan puluhan peserta lain dari berbagai sekolah menengah atas di Kutim. Kunci kemenangan mereka terletak pada game interaktif yang tidak sekadar menghibur, tetapi mengandung narasi edukatif tentang konsekuensi hukum dari tindak kekerasan, bullying, dan kenakalan remaja.
Game Godot: Edukasi Hukum Lewat Gim Interaktif
Platform Godot Engine yang digunakan oleh tim SMA Prima YPPSB merupakan mesin pengembangan gim sumber terbuka. Dalam game tersebut, pemain diajak menyelesaikan skenario sehari-hari yang sering dihadapi remaja, seperti tekanan teman sebaya untuk tawuran, penyalahgunaan narkoba, atau perundungan di sekolah.
Setiap keputusan yang diambil pemain akan memunculkan konsekuensi hukum yang realistis. Cara ini dinilai lebih efektif daripada ceramah atau sosialisasi konvensional karena siswa belajar sambil bermain. "Kami ingin teman-teman paham bahwa setiap tindakan ada akibat hukumnya, tanpa harus merasa digurui," ujar salah satu anggota tim Duta Pelajar Sadar Hukum SMA Prima YPPSB.
Dampak Inovasi: Menekan Kenakalan Remaja dari Sekolah
Kepala SMA Prima YPPSB menyebutkan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Game ini telah diujicobakan kepada siswa kelas X dan XI dan mendapat respons positif. Sekolah berencana mengintegrasikan game tersebut ke dalam program bimbingan konseling (BK) sebagai alat bantu edukasi.
Lomba Duta Pelajar Sadar Hukum sendiri merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim. Tujuannya membentuk generasi muda yang melek hukum dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Dengan kemenangan ini, SMA Prima YPPSB akan mewakili Kutim ke tingkat provinsi Kalimantan Timur.
Fakta Singkat Prestasi SMA Prima YPPSB
- Platform: Godot Engine (sumber terbuka, gratis)
- Target: Siswa SMP/SMA di Kutim
- Tema: Pencegahan kekerasan, bullying, dan kenakalan remaja
- Penyelenggara: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim
- Tingkat: Juara I Duta Pelajar Sadar Hukum Kutim 2026
Pihak sekolah berharap game ini bisa diadopsi oleh sekolah lain di Kutim sebagai media pembelajaran hukum yang interaktif. Ke depan, tim pengembang juga akan menambahkan fitur kuis hukum dan simulasi persidangan agar materi lebih mendalam. "Kami ingin game ini jadi alat belajar yang seru, bukan sekadar proyek lomba," tambah perwakilan tim.