Pencarian

Pemkab Kutim Kampanyekan CERDIK Cegah Penyakit Jantung, Catat 4.812 Kasus Sepanjang 2025

Kamis, 02 Juli 2026 • 22:14:01 WIB
Pemkab Kutim Kampanyekan CERDIK Cegah Penyakit Jantung, Catat 4.812 Kasus Sepanjang 2025
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin sosialisasi gerakan CERDIK untuk pencegahan penyakit jantung.

SANGATTA — Sebanyak 4.812 kasus penyakit jantung tercatat di Kutai Timur sepanjang 2025, dan hingga pertengahan 2026 angkanya sudah mencapai 2.736 kasus. Kondisi ini mendorong Pemkab Kutim mengintensifkan sosialisasi gerakan CERDIK sebagai upaya pencegahan dini.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, masyarakat harus konsisten menerapkan pola hidup sehat melalui gerakan CERDIK. Singkatan itu merujuk pada Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat berkalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Gerak Sehat Prolanis 3-3-5 Digenjot

Salah satu program yang digalakkan adalah Gerak Sehat Prolanis 3-3-5, yakni tiga menit jalan santai, tiga menit jalan cepat, diulang hingga lima kali. "Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena pencegahan menjadi cara terbaik untuk mengurangi risiko penyakit serius yang membutuhkan pengobatan dalam waktu lama dan biaya tidak sedikit," kata Ardiansyah di Sangatta, Kamis.

Penyakit jantung disebutnya kerap berkembang tanpa gejala dan dijuluki silent killer. Kelompok usia 45 tahun ke atas menjadi yang paling rentan, namun tren terbaru menunjukkan penyakit ini mulai bergeser menyerang usia produktif dan anak-anak.

YJI Kutim Dilantik, Target Baru Penanganan Jantung

Sehari sebelumnya, Ardiansyah menghadiri pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Kutim periode 2026-2031. Ia menilai keberadaan YJI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Ketua YJI Kutim yang baru, Siti Robiah, menyebut kepengurusan ini bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk mengabdi kepada masyarakat. "Pelantikan ini menjadi momentum bagi seluruh pengurus untuk segera merealisasikan program kerja nyata di lapangan. YJI Kutim dihadapkan pada tantangan nyata berupa tingginya kasus penyakit jantung yang kini mulai bergeser menyerang usia produktif dan anak-anak," ujarnya.

Angka Kasus Masih Tinggi, Deteksi Dini Jadi Kunci

Pemkab Kutim terus memperluas deteksi dini dan pengendalian faktor risiko untuk menekan angka kasus. Hingga pertengahan 2026, total kasus yang tercatat hampir mencapai separuh dari total kasus sepanjang 2025, menunjukkan bahwa prevalensi penyakit ini masih tinggi dan membutuhkan intervensi berkelanjutan.

Selain kampanye CERDIK, pemerintah juga mendorong pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan tingkat desa dan kecamatan. Langkah ini diharapkan mampu menjaring penderita sejak tahap awal, sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius dan membutuhkan biaya perawatan besar.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks