SENDAWAR — Pertanyaan singkat Gubernur Rudy Mas'ud soal kelanjutan Jembatan ATJ disambut jawaban optimistis dari Bupati Frederick Edwin. "Bagaimana kabar jembatan kita?" tanya Gubernur dalam pertemuan usai penyambutan di Melak Ilir, Kecamatan Melak. "Mulai tahun depan, Pak," jawab Bupati singkat.
Proyek Strategis yang Lama Terhenti
Jembatan Aji Tulur Jejangkat selama ini menjadi proyek infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat Kutai Barat. Pembangunannya sempat mandek, padahal jembatan ini dinilai vital untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di kabupaten yang terbelah sungai-sungai besar itu.
Pernyataan Bupati Frederick Edwin di hadapan Gubernur menjadi angin segar bagi warga yang selama ini bergantung pada transportasi air atau jalur darat memutar. Kepastian kelanjutan proyek ini juga menjadi salah satu poin utama dalam kunjungan kerja Gubernur yang berlangsung hingga Minggu (5/7/2026).
Agenda Padat Gubernur di Kubar
Kedatangan Rudy Mas'ud yang didampingi istri, Sarifah Suraidah, langsung disambut dengan pengalungan selempang dan pemasangan peci doyo khas Kutai Barat sebagai cendera mata. Setelah penyambutan, Gubernur dijadwalkan meninjau langsung sejumlah proyek dan program prioritas.
Pada Sabtu (4/7/2026), agenda dimulai dengan peninjauan penanganan ruas Jalan Poros Asa–Juaq Asa. Ruas sepanjang dua kilometer itu dibiayai melalui Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2025 dengan konstruksi beton kaku (rigid pavement).
Usai meninjau infrastruktur jalan, Gubernur dijadwalkan meresmikan SMKN 3 Sendawar. Acara dilanjutkan dengan menghadiri Tabligh Akbar Kesyukuran Khitan Massal dalam rangka Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad.
Menyentuh Desa 3T
Pada hari terakhir kunjungan, Minggu (5/7/2026), Gubernur akan meninjau program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Tanjung Isuy dan Muara Tae. Rangkaian kunjungan ditutup dengan dialog bersama masyarakat di tiga desa berstatus tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tiga desa yang akan dikunjungi adalah Desa Deraya, Desa Tanjung Soke, dan Desa Gerunggung di Kecamatan Bongan. Dialog ini menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kebutuhan dasar mereka kepada pemerintah provinsi.
Kunjungan kerja Gubernur Kaltim ke Kutai Barat menjadi momentum untuk memastikan proyek-proyek strategis, termasuk Jembatan ATJ, kembali bergulir dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi.