KALIMANTAN TIMUR — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan pembangunan pusat latihan di daerah merupakan prioritas jangka pendek federasi. Program ini menyasar kelompok usia di bawah 13 tahun (U-13) dan di bawah 15 tahun (U-15) yang selama ini belum memiliki fasilitas khusus terpusat.
Fokus ke U-13 dan U-15, Bukan Lagi U-20
Erick menegaskan pembinaan usia dini menjadi kunci agar Indonesia tidak terus tertinggal dari negara Asia lain. Menurutnya, selama ini perhatian lebih banyak tercurah pada kelompok U-20 dan U-23.
"Karena kalau kita hanya fokus di U-20 dan U-23, (nanti) telat," ujar Erick di Yogyakarta, Rabu (8/7).
Ia merujuk pada negara-negara peserta Piala Dunia yang sudah memulai pembinaan pemain sejak usia belasan tahun. Dominasi pemain muda di kompetisi Eropa juga menjadi acuan.
Direktur Teknik Alex Zwiers Siapkan Formula Khusus
PSSI telah menempatkan Direktur Teknik Alex Zwiers sebagai penanggung jawab pembinaan kelompok umur. Erick menyebut struktur kepelatihan di bawahnya akan memiliki formula tersendiri untuk U-17 dan U-15.
"Nanti di bawah technical director Alex dan struktur di bawahnya yang coaching U-17 dan U-15 itu akan punya formula tersendiri," kata Erick.
Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang. Erick memperkirakan hasil nyata baru akan terlihat dalam kurun waktu sekitar 10 tahun ke depan.
Target: Lahirkan Pemain yang Bisa Berkarier di Eropa
Erick berharap pembinaan sejak U-13 dan U-15 mampu melahirkan bibit unggul yang berpeluang bermain di kompetisi Eropa. Ia mencontohkan Jepang yang memiliki banyak pemain di liga-liga Eropa sebagai semacam "asuransi" bagi tim nasional.
"Artinya kalau kita dari usia U-13 dan U-15 bisa mengeluarkan bibit bagus dan bisa bermain di Eropa, ini bisa jadi asuransi seperti tim di Jepang yang pemainnya banyak main di Eropa," ujar Erick.
Dukungan Pemda Jadi Kunci Realisasi
Realisasi pusat latihan di daerah membutuhkan kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah. Erick menekankan bahwa fasilitas latihan berada di wilayah masing-masing, sehingga komitmen pemda dan pemangku kepentingan setempat sangat menentukan.
"Nanti kita lihat, karena ini tidak hanya komitmen PSSI tetapi juga pemerintah pusat dan daerah karena fasilitas kan pasti ada di daerah, PSSI kan punya programnya, Jogja ada potensi, tapi tergantung pemda dan dukungan stakeholder lainnya," demikian Erick.