Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa Samarinda menjadi tujuan favorit dengan pangsa 25,81 persen dari total kunjungan. Disusul Kutai Kartanegara sebesar 21,56 persen, dan Balikpapan di posisi ketiga dengan 19,54 persen.
“Samarinda menjadi tujuan utama dengan pangsa 25,81 persen, disusul Kutai Kartanegara 21,56 persen, dan Balikpapan 19,54 persen,” ujarnya dalam rilis data terbaru.
Tingginya mobilitas warga juga terlihat dari sisi daerah asal. Samarinda kembali menjadi penyumbang perjalanan terbesar dengan kontribusi 26,02 persen, diikuti Kutai Kartanegara 20,14 persen, dan Balikpapan 19,31 persen. Total mobilitas wisatawan nusantara mencapai 1.283.879 perjalanan.
Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Timur juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, jumlah wisman mencapai 1.103 kunjungan, naik 20,02 persen dibandingkan April 2026. Seluruh kunjungan ini masuk melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, sementara tidak ada kunjungan melalui jalur laut.
Wisatawan asing didominasi oleh pelancong asal Brunei Darussalam sebesar 46,33 persen, disusul Malaysia 23,21 persen, dan Singapura 6,07 persen. Meski meningkat, porsi wisman masih sangat kecil dibandingkan pergerakan wisatawan domestik.
Pergerakan masyarakat antarwilayah yang tinggi turut memberi dampak langsung terhadap sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga perdagangan. Aktivitas ekonomi berbasis perjalanan dan pariwisata domestik ini menjadi penopang penting bagi perekonomian Kalimantan Timur.
Kondisi ini menjadikan Samarinda dan Kutai Kartanegara sebagai pusat mobilitas sekaligus penggerak utama aktivitas ekonomi berbasis pariwisata di Benua Etam. BPS mencatat, perputaran uang dari sektor ini terus mengalir seiring meningkatnya jumlah perjalanan warga.