PENAJAM — Otorita IKN bersama TNI/Polri, kementerian terkait, dan pemerintah daerah menggelar simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Helipad MBH, KIPP IKN, Jumat (10/7). Simulasi ini bagian dari antisipasi terhadap fenomena iklim ekstrem El Niño 2026 yang diprediksi memicu kekeringan panjang di Kalimantan Timur.
Dua Skenario Uji Coba: Pemadaman Manual hingga Respons Digital
Simulasi menguji dua skenario utama. Pertama, pemadaman api di kawasan rimba kota KIPP IKN. Kedua, respons cepat atas laporan kedaruratan masyarakat melalui sistem peringatan dini digital.
Dalam skenario digital, warga dapat melaporkan indikasi titik api menggunakan fitur tombol panik (panic button) pada aplikasi IKNOW. Laporan itu otomatis diterima secara real-time oleh petugas di Nusantara Command Center, yang kemudian menggerakkan Polisi Kehutanan dan Pemadam Kebakaran ke titik lokasi.
Drone Thermal untuk Deteksi Titik Api di Hutan Sekunder
Selain aplikasi ponsel, Otorita IKN kini mengoperasikan drone thermal untuk mendeteksi koordinat suhu panas tinggi. Alat ini digunakan untuk melacak titik api di wilayah hutan sekunder yang sulit dijangkau tim darat.
"Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita," tegas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Data Satelit: 44 Titik Panas di Kukar, PPU Masih Nihil
Data pemantauan satelit menunjukkan kenaikan jumlah titik panas di wilayah delineasi IKN. Pada Juni 2026, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat 40 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah dan satu titik level rendah. Memasuki Juli 2026, angkanya merangkak naik menjadi 44 titik panas tingkat menengah, satu titik tingkat tinggi—indikasi kuat kebakaran aktif—serta satu titik tingkat rendah.
Beruntung, untuk wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang masuk area inti IKN sejauh ini masih nihil titik panas (zero hotspot).
BPBD Kaltim Siapkan Tim Siaga dan Posko Bersama
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menyatakan komitmennya memperkuat posko penanggulangan bersama Otorita IKN dan BMKG selama musim kemarau ini.
"Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi ketat dengan Otorita IKN," ujar Buyung.
Desa Tangguh Bencana dan Kelompok Masyarakat Peduli Api
Untuk memperkuat pertahanan di tingkat tapak, Otorita IKN mulai memberdayakan peran aktif masyarakat lokal. Program Desa Tangguh Bencana dan pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Api disiapkan sebagai garda terdepan penanganan dini kebakaran.
Langkah ini dinilai krusial mengingat konsep IKN sebagai kota hutan (forest city) menjadikan perlindungan kawasan hutan sebagai pilar utama pembangunan.