BONTANG — Pengurus PWI Bontang periode 2026–2029 menggelar rapat kerja perdana mereka di kawasan wisata Bontang Kuala. Raker yang berlangsung selama satu malam itu difokuskan pada penyusunan arah gerakan organisasi dan sejumlah program strategis untuk tiga tahun ke depan.
Empat Program Prioritas Disepakati
Dalam raker tersebut, masing-masing bidang memaparkan rencana aksi yang telah disepakati bersama. Setidaknya ada empat poin strategis yang menjadi prioritas PWI Bontang ke depan.
- Uji Kompetensi Wartawan (UKW) – Program sertifikasi keahlian jurnalis secara berkala akan kembali digalakkan untuk memastikan setiap anggota memiliki kompetensi yang terstandar.
- Pendidikan dan Literasi – Pelatihan penulisan kreatif serta edukasi publik untuk menangkal hoaks menjadi agenda rutin yang akan dijalankan.
- Kesejahteraan dan Advokasi Hukum – PWI Bontang merancang program perlindungan hukum bagi wartawan yang menghadapi masalah saat bertugas, termasuk advokasi dari pihak kepolisian dan kejaksaan.
- Kolaborasi Pentahelix – Sinergi dengan Pemkot Bontang, Polres, Kejaksaan, dan sektor swasta akan diperkuat untuk mendukung distribusi informasi yang akurat kepada masyarakat.
Mengapa Raker Digelar di Kawasan Wisata?
Pemilihan lokasi raker di Vila Kooala, Bontang Kuala, bukan tanpa alasan. Kusnadi mengatakan, suasana di luar ruang rapat konvensional sengaja dipilih untuk membangun kebersamaan dan soliditas antar pengurus.
“Rapat kerja di kawasan wisata Bontang Kuala ini sengaja kami pilih untuk membangun suasana kerja yang segar sekaligus solid,” ujar Kusnadi dalam keterangannya.
Komitmen Menjaga Marwah Pers
Kusnadi menegaskan, seluruh program yang dirumuskan dalam raker ini mengutamakan peningkatan kapasitas, kualitas, dan penegakan kode etik jurnalistik. Ia berharap, PWI Bontang bisa melahirkan insan pers yang profesional dan berintegritas di Kota Taman.
“Kami tetap jaga intensitas dan energi kawan-kawan dalam menjalankan tugas kewartaan. Kami juga berupaya meningkatkan kinerja PWI Bontang agar bisa lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.
Raker yang berlangsung penuh kekeluargaan itu juga diisi dengan dinamika kelompok dan permainan domino. Semua pengurus menegaskan komitmen bersama untuk menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pembangunan daerah.