BALIKPAPAN — Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Balikpapan, Sudiarto, mengapresiasi antusiasme peserta yang terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, turnamen yang digelar di markas PTM BDS I ini membuktikan pembinaan tenis meja di kota tersebut berjalan sehat.
“Secara keseluruhan turnamen ini selalu sukses dan antusias peserta sangat tinggi. Ini menunjukkan pembinaan tenis meja di Balikpapan terus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Atlet Samarinda Turun Tangan, Level Kompetisi Naik
Meski didominasi klub lokal, sejumlah atlet dari luar daerah ikut memperkuat beberapa tim. Sudiarto mencatat ada pemain dari Samarinda yang bergabung dengan klub Balikpapan, sehingga memberikan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif bagi tuan rumah.
“Memang kualitas pertandingan belum sepenuhnya terlihat karena ini level Balikpapan. Namun ada beberapa atlet dari Samarinda yang memperkuat klub di sini. Paling tidak ini menjadi kesempatan bagi atlet-atlet Balikpapan untuk sparing sekaligus pemanasan sebelum Porprov,” katanya.
TC Mandiri, Padatnya Agenda Jadi Modal
Hingga saat ini, pemusatan latihan (training center) atlet Porprov masih dilakukan secara mandiri. Sudiarto menjelaskan, para atlet tetap menjalani program latihan bersama klub masing-masing karena persebaran atlet yang tidak terpusat.
“TC masih mandiri karena atlet Balikpapan tersebar di berbagai klub. Mereka tetap berlatih di klub masing-masing,” jelasnya.
Setelah turnamen ini, sejumlah atlet dijadwalkan kembali bertanding di Kabupaten Paser dengan membawa nama klub masing-masing. Sudiarto menilai padatnya agenda pertandingan menjadi keuntungan tersendiri untuk meningkatkan jam terbang atlet.
“Kami bersyukur atlet-atlet masih banyak mengikuti kejuaraan. Bahkan sebagian besar juga rutin bertanding di Pulau Jawa sehingga secara mental dan jam terbang mereka sudah terbentuk,” ungkapnya.
Usamah dan Habibie Wahid, Andalan Balikpapan di Porprov
Dua nama disebut sebagai andalan utama Balikpapan: Usamah dan Habibie Wahid. Sudiarto menilai keduanya telah memiliki jam terbang tinggi dan pengalaman bertanding yang cukup untuk bersaing memperebutkan medali di Porprov nanti.
“Mereka sudah memiliki banyak jam terbang. Tinggal bagaimana pengalaman itu bisa diterjemahkan menjadi prestasi dan target medali saat Porprov nanti,” tutup Sudiarto.