KALIMANTAN TIMUR — Kenny Dalglish mengungkap sisi lain dari momen juara Blackburn Rovers di Anfield pada musim 1994/95. Manajer asal Skotlandia itu menyebut pendukung Liverpool justru berharap tim tamu menang demi menggagalkan Manchester United. Kisah itu ia ceritakan dalam wawancara dengan FourFourTwo.
Dalglish kembali ke Anfield pada laga terakhir Premier League 1994/95 bukan sebagai sosok yang dipuja seperti biasa. Ia datang sebagai manajer Blackburn Rovers, klub yang sedang berburu gelar juara dan harus melewati hadangan di kandang mantan klubnya sendiri. Situasinya rumit: jika Blackburn kalah dan Manchester United menang di markas West Ham, gelar akan berpindah ke tangan Setan Merah.
Ferguson Boleh Bicara, Dalglish Tak Ambil Hati
Menjelang laga, Alex Ferguson terang-terangan menyindir bahwa Liverpool mungkin tidak akan tampil habis-habisan. Dalglish menilai pernyataan itu wajar dan merupakan bagian dari tugas seorang manajer membela klubnya.
"Pada 1994-95, kami bersaing dengan Manchester United untuk gelar, tapi tidak ada permusuhan antara saya dan Alex Ferguson," ujar Dalglish seperti dikutip FourFourTwo.
Ia menambahkan, "Sebagai manajer, Anda bersaing dengan semua orang; apa salahnya? Dia akan bicara untuk klubnya, menanamkan ide di kepala orang atau menepis ide orang lain, dan saya juga sama."
Bagi Dalglish, Ferguson hanya menjalankan kewajibannya. "Kalau Anda tidak mendukung klub Anda, para pendukung akan kecewa, jadi dia berhak melakukannya. Dia baik sekali," katanya.
Anfield Bersorak untuk Tim Tamu
Yang terjadi kemudian justru di luar dugaan. Blackburn kalah, tetapi Manchester United hanya mampu bermain imbang di West Ham. Gelar pun jatuh ke tangan Blackburn.
Dalglish mengenang atmosfer Anfield hari itu sebagai sesuatu yang langka. "Laga terakhir musim itu di Anfield — selalu luar biasa bisa kembali ke Anfield, dan para pendukung Liverpool ingin kami menang hari itu," ujarnya.
"Tidak sering mereka datang ke Anfield dan ingin tim lawan menang, kan?" tambahnya.
Ia bahkan menyebut kemenangan di Anfield sebagai cerita dongeng. "Kalau Anda tidak akan juara di kandang sendiri, maka bagi saya, itu cerita dongeng bisa juara di Anfield," kata Dalglish.
TV Tak Beri Tahu Skor, Sorakan Jadi Penentu
Informasi soal laga Manchester United di West Ham sengaja tidak diberitahukan kru televisi. Namun sorakan penonton mengungkap semuanya.
"Orang-orang televisi tidak mau memberi tahu kami skor dari laga Manchester United di West Ham, tapi orang-orang bersorak saat laga itu selesai, dan ternyata kami juara," kata Dalglish.
Ia menyoroti skuad Blackburn yang minim pengalaman meraih trofi. "Anda pikirkan dari mana banyak pemain itu berasal, dan kami tidak punya banyak pemain yang berpengalaman memenangi trofi bersama tim sebelumnya," ujarnya.
Pesannya sederhana: "Tapi intinya, 'Jalani saja, Anda ada di sini karena Anda layak, jadi lakukan yang terbaik.'"
Jack Walker Menangis, Bukti Investasi Tak Sia-Sia
Momen paling emosional datang setelah laga, saat Dalglish bertemu Jack Walker, pemilik Blackburn yang menopang klub secara finansial.
"Saat saya melihat Jack Walker setelah pertandingan, dia tidak bisa bicara," kata Dalglish.
"Dia berperan besar dalam dukungan finansial, dan dia tidak pernah ikut campur. Melihat orang dengan kekuatan bisnis seperti dia menangis, Anda mungkin mengira dia berbuat salah — tapi itu air mata kebahagiaan," tutupnya.