Pencarian

Massa GERAM Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim, Protes Pemadaman Listrik Sebulan Lebih

Kamis, 05 November 2026 • 06:02:31 WIB
Massa GERAM Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Gubernur Kaltim, Protes Pemadaman Listrik Sebulan Lebih
Massa GERAM melempar sayuran busuk ke Kantor Gubernur Kaltim sebagai simbol kekecewaan terhadap layanan publik.

SAMARINDA — Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur diwarnai pelemparan sayuran busuk oleh massa. Sayuran tersebut dibawa sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi layanan publik yang dinilai tidak berjalan semestinya.

Dalam aksi pada Rabu (4/11), massa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak di Kaltim. Pemadaman listrik menjadi salah satu keluhan yang paling menonjol karena disebut telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Pemadaman Listrik Sebulan Lebih Jadi Pemicu Utama

Keluhan soal listrik mendominasi tuntutan massa GERAM. Pemadaman yang berlangsung lebih dari sebulan dinilai telah mengganggu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari rumah tangga hingga usaha kecil.

Pelemparan sayuran busuk menjadi cara massa mengekspresikan kemarahan tanpa merusak fasilitas kantor gubernur. Aksi ini menyasar langsung gedung perwakilan pemerintah provinsi sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

Sejumlah Persoalan Lain Ikut Disuarakan

Selain listrik, massa GERAM membawa sejumlah tuntutan lain terkait persoalan di Kalimantan Timur. Namun rincian tuntutan tersebut belum diuraikan secara lengkap dalam pemberitaan awal mengenai aksi ini.

Aksi di Kantor Gubernur Kaltim ini menambah daftar protes warga terhadap layanan dasar di daerah. Pemerintah provinsi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun jadwal penyelesaian persoalan listrik.

Follow www.kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks