BALIKPAPAN — Polda Kaltim menyebut pengerahan personel BKO ini bukan sekadar menambah jumlah personel di lapangan, melainkan untuk mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran yang mulai merebak. Kombes Pol Dedi Suryadi, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kaltim, menegaskan bahwa kehadiran pasukan tambahan harus menjadi penguat, bukan beban bagi satuan wilayah.
"Kehadiran BKO harus menjadi penguat, bukan beban. Utamakan keselamatan dalam setiap langkah," kata Dedi saat memberikan arahan kepada personel di Balikpapan, Kamis (27/8).
Fokus pada Kesehatan dan Ekonomi Warga
Dedi mengingatkan bahwa penanggulangan karhutla tidak hanya berhenti pada upaya pemadaman api. Menurutnya, aspek kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi warga sekitar harus menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan di lapangan.
"Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah," ujarnya.
Para personel yang diterjunkan nantinya akan menjalankan tugas patroli, pemadaman, dan langkah pencegahan. Dengan tambahan kekuatan ini, diharapkan risiko meluasnya kebakaran, khususnya di wilayah dengan potensi karhutla berulang, bisa ditekan.
Mengapa Lima Polres Ini Menjadi Prioritas?
Pemilihan lima polres tersebut bukan tanpa alasan. Data dari Polda Kaltim mencatat adanya peningkatan laporan karhutla dalam dua pekan terakhir di wilayah-wilayah tersebut. Polres Kutai Barat dan Berau mencatat belasan titik panas yang telah berubah menjadi kebakaran lahan.
Sementara itu, Polres Kutai Timur dan Paser tengah menangani kebakaran berulang yang melanda area perkebunan dan semak belukar. Kondisi berbeda terjadi di Kutai Kartanegara, di mana karhutla tersebar di sejumlah kecamatan sehingga membutuhkan penanganan secara bersamaan.
Keterbatasan Personel dan Tantangan Geografis
Alasan utama pengiriman personel BKO ini adalah keterbatasan jumlah personel di tingkat polres. Personel yang ada selama ini juga harus bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga fokus penanganan karhutla menjadi terbagi.
Selain itu, kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas mengharuskan personel melakukan patroli jarak jauh untuk menjangkau lokasi kebakaran. Dalam penugasan ini, seluruh personel ditekankan untuk menjaga disiplin, integritas, serta melakukan koordinasi ketat sesuai prosedur dengan unsur terkait di daerah masing-masing.